Program Berdikari SKALA+ 2026: Peluang Dana Riset Rp500 Juta untuk Naik Skala Hasil Risetmu

Oleh almas adzkia hanum • 01 November 2026

Program Berdikari SKALA+ 2026: Peluang Dana Riset Rp500 Juta untuk Naik Skala Hasil Risetmu

Berapa banyak hasil riset kampus yang berhenti di jurnal, laporan akhir, atau rak perpustakaan? Teknologinya sudah teruji dan manfaatnya terbukti, tetapi tidak ada dana untuk membawanya ke pengguna yang lebih luas.

Masalah ini nyata. Tanpa adaptasi, validasi pengguna, dan bukti manfaat, inovasi sulit berkembang. Peneliti pun harus mencari dana sendiri sambil mengejar tenggat lain.


Program Berdikari Skema SKALA+ 2026 dibuat untuk menjawab masalah itu. Skema dari Kemdiktisaintek dengan pendanaan LPDP ini menyediakan dana hingga Rp500 juta per usulan untuk memperluas pemanfaatan hasil riset. Pengajuan ditutup 10 November 2026, jadi waktunya sempit. Berikut panduan lengkapnya.


Apa Itu Program Berdikari Skema SKALA+?

Program Berdikari adalah Program Katalisator Kemitraan Berdikari di Perguruan Tinggi. Programnya terdiri dari tiga skema: Mandala, SKALA+, dan Saintek Nusantara. Ketiganya diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Direktorat Minat Saintek), Ditjen Sains dan Teknologi.

SKALA+ mengakselerasi hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (LitBangJiRap) yang sudah tersedia dan punya bukti pemanfaatan awal. Tujuannya membawa hasil itu menuju penerapan yang lebih luas, kinerja yang lebih baik, dan kesiapan peningkatan skala.

Skema ini bukan untuk membiayai riset tahap awal. Dana dipakai untuk adaptasi, optimalisasi, validasi, penerapan, dan pembuktian manfaat.

Objek yang Bisa Diajukan

Objek pemanfaatannya cukup luas:

  1. teknologi tepat guna,
  2. produk,
  3. sistem atau platform,
  4. layanan,
  5. bentuk solusi berbasis sains dan teknologi lainnya.

Syaratnya: punya dasar teknis yang jelas, sudah pernah diuji atau digunakan, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.

Dua Jalur Pemanfaatan

Juknis membuka dua pintu masuk:

  1. Push-based: dimulai dari hasil riset atau produk yang sudah ada, lalu divalidasi dan diperluas adopsinya.
  2. Pull-based: dimulai dari kebutuhan pengguna atau peluang pasar, lalu dicocokkan dengan hasil riset yang tersedia.


Besaran Dana dan Skema Pendanaan SKALA+ 2026

Ini ringkasan hibah riset Rp500 juta tersebut:

KomponenKetentuan
Dana maksimalRp500.000.000 per usulan (sudah termasuk pajak)
Durasi12 bulan sejak kontrak ditandatangani
Biaya personelMaksimal 30%
Biaya non-personelMinimal 65%
Biaya tidak langsungMaksimal 5%

Honor personel per bulan dibatasi: ketua maksimal Rp3.600.000, anggota Rp2.400.000, asisten Rp1.500.000, dan administrator Rp820.000.


Tahapan Pencairan

Dana cair dua tahap lewat LPDP ke rekening perguruan tinggi:

  1. Tahap I (70%): setelah kontrak dan dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.
  2. Tahap II (30%): setelah realisasi penyerapan tahap I minimal 80%, laporan capaian indikator kinerja, dan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra.

Penggunaan Dana yang Dilarang

Dana tidak boleh dipakai untuk membeli lahan atau kendaraan operasional, membangun gedung permanen, memberi hibah tunai kepada pihak lain, atau membeli pulsa dan paket data. Pembayaran insentif ganda bagi ketua atau tim yang sudah menerima insentif dari LPDP juga dilarang.


Syarat Pendaftaran Program Berdikari SKALA+ 2026

Syarat Perguruan Tinggi

  1. PTN atau PTS di bawah binaan Kemdiktisaintek.
  2. Terakreditasi, atau sedang dalam proses perpanjangan akreditasi BAN-PT/LAM.
  3. Memiliki lembaga penelitian dan pengabdian (LPPM/P3M), atau pusat pengembangan usaha dan bisnis seperti PPUB/inkubator bisnis.
  4. Memiliki unit penjaminan mutu internal.

Syarat Tim Periset

  1. Ketua adalah dosen ber-NIDN/NIDK/NUPTK.
  2. Anggota maksimal 6 orang di luar ketua: dosen, peneliti BRIN, asisten, dan tenaga kependidikan sebagai administrator. (Flyer menulis “termasuk ketua”, jadi pastikan lagi di panduan resmi.)
  3. Tim bersifat multidisiplin.
  4. Satu tim hanya boleh mengajukan satu judul yang disahkan pimpinan perguruan tinggi, minimal setingkat direktur/kepala unit pengelola riset.
  5. Tema dan judul tidak sedang didanai skema riset lain.

Satu perguruan tinggi boleh membentuk lebih dari satu tim periset.


Cara Daftar SKALA+ 2026 Langkah demi Langkah

  1. Buat akun di laman pendaftaran https://semesta.kemdiktisaintek.go.id/.
  2. Siapkan dokumen: proposal lengkap, RAB, lembar identitas dan pengesahan, surat komitmen pimpinan perguruan tinggi, surat komitmen dukungan mitra, dan dokumen pendukung lain.
  3. Unggah dokumen sebelum 10 November 2026.
  4. Ikuti seleksi pada November–Desember 2026: seleksi administrasi, seleksi proposal, lalu wawancara.

Template RAB (Excel) tersedia di laman pendaftaran. RAB di dalam proposal PDF harus sama dengan RAB yang diunggah.


Kriteria Penilaian Proposal SKALA+

Reviewer menilai proposal dengan bobot berikut. Hanya usulan dengan skor minimal 70% yang direkomendasikan ke tahap wawancara.

NoKriteriaBobot
1Ketersediaan dan kesiapan teknis solusi15%
2Bukti pemanfaatan awal (proven utilization)15%
3Kesesuaian kebutuhan target pengguna, early adopter, dan kesiapan offtaker15%
4Baseline, nilai manfaat, dan target peningkatan terukur15%
5Rencana adaptasi, iterasi, validasi, dan adopsi10%
6Kelayakan jalur pemanfaatan dan model keberlanjutan10%
7Kesiapan peningkatan skala, replikasi, dan keberlanjutan10%
8Kapasitas tim, tata kelola kemitraan, RAB, dan manajemen risiko10%

Empat kriteria pertama saja sudah 60% dari total nilai. Bukti nyata dan data baseline yang kuat sangat menentukan.


Tips Menyusun Proposal SKALA+ yang Kompetitif

Tunjukkan bukti, bukan klaim. Lampirkan dokumentasi penggunaan, hasil uji, testimoni pengguna, atau kontrak dengan mitra awal.

Tetapkan baseline dan target terukur. Reviewer ingin melihat angka sebelum dan sesudah, misalnya efisiensi, produktivitas, biaya, atau kualitas layanan.

Libatkan mitra sejak awal. Mitra bisa industri, koperasi, BUMDes, UKM, pemerintah daerah, atau lembaga lain. Mereka wajib berkontribusi, baik in cash maupun in kind, dan bukan sekadar penerima teknologi.

Siapkan studi kelayakan. Juknis meminta analisis aspek pasar, teknis, keuangan, pemanfaatan, hukum, dan operasional.

Patuhi format. Proposal ditulis di kertas A4, Times New Roman 12 pt, spasi 1, maksimal 20 halaman (di luar sampul, lembar pengesahan, daftar isi, dan lampiran). Ringkasan eksekutif dari struktur proposal harus mencakup masalah, bukti pemanfaatan, target pengguna, baseline, dan jalur pemanfaatan.


Luaran yang Wajib Dihasilkan

Ada tiga luaran utama:

  1. Produk atau solusi sains dan teknologi yang meningkat skala pemanfaatannya.
  2. Dokumen kerja sama pemanfaatan dengan mitra atau pengguna.
  3. Laporan akhir berisi pelaksanaan, capaian, dan hasil pengukuran manfaat.

Capaian diukur lewat tujuh kategori: pemanfaatan teknologi, dampak ekonomi, efisiensi, produktivitas, adopsi, replikasi, serta kualitas produk dan layanan. Pilih kategori yang paling relevan dengan proposal Anda.

Selama program, tim wajib mengirim laporan kemajuan minimal tiga bulan sekali lewat platform e-Rispro LPDP. Kepemilikan data dan kekayaan intelektual berada pada perguruan tinggi penerima. Setiap publikasi luaran juga wajib mencantumkan pengakuan berupa logo Kemdiktisaintek dan LPDP.


Kesimpulan

Program Berdikari SKALA+ 2026 memberi peluang dana hingga Rp500 juta selama 12 bulan untuk memperluas manfaat hasil riset. Kuncinya adalah bukti pemanfaatan awal, baseline yang jelas, mitra yang berkomitmen, dan rencana keberlanjutan yang realistis. Dengan batas akhir 10 November 2026, mulailah dari dokumen yang paling lama diurus: pengesahan pimpinan dan surat komitmen mitra.

Punya hasil riset yang siap naik skala? Tulis di kolom komentar bidang riset Anda dan kendala yang dihadapi. Bagikan artikel ini ke rekan dosen dan peneliti yang mungkin membutuhkannya.


FAQ: Program Berdikari SKALA+ 2026

1. Berapa dana yang bisa diperoleh dari SKALA+ 2026?

Maksimal Rp500.000.000 per usulan, sudah termasuk pajak, untuk durasi 12 bulan.

2. Kapan batas akhir pendaftaran SKALA+ 2026?

Menurut flyer resmi, batas akhir pengajuan adalah 10 November 2026. Seleksi berlangsung November–Desember 2026.

3. Siapa yang boleh menjadi ketua tim?

Dosen tetap aktif yang memiliki NIDN, NIDK, atau NUPTK.

4. Apakah SKALA+ membiayai riset dari tahap awal?

Tidak. SKALA+ hanya untuk hasil riset yang sudah tersedia dan punya bukti pemanfaatan awal, dengan dana untuk adaptasi, validasi, penerapan, dan peningkatan skala.

5. Di mana mendaftar SKALA+ 2026?

Lewat akun di laman https://semesta.kemdiktisaintek.go.id/. Pengajuan dilakukan atas nama perguruan tinggi, bukan perorangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar

Berita Terbaru